18 July 2026 KPM Madar

MAHASISWA KBPM UNTRIB DESA MADAR BERSAMA MASYARAKAT MENGUMPULKAN KAYU API DARI SISA BAHAN BANGUNAN DI SAMPING GEREJA

DESA MADAR — 18 Juli 2026 Kebersamaan mahasiswa Kuliah Kerja Pengabdian Masyarakat (KBPM) Universitas Tribuana Kalabahi bersama warga Desa Madar tampak nyata dalam kegiatan mengumpulkan kayu api yang berlangsung pagi tadi. Berbeda dengan biasanya, kali ini kayu-kayu yang dikumpulkan bukan dari hutan, melainkan dari sisa-sisa bahan bangunan yang berada di samping gereja desa.

 BERKUMPUL BERSAMA DI SAMPING GEREJA

Pagi itu, mahasiswa bersama warga berkumpul di area samping gereja Desa Madar. Di sana masih tertumpuk banyak potongan kayu, papan-papan sisa, dan balok kayu yang merupakan sisa dari pembangunan atau perbaikan gedung gereja. Alih-alih terbuang begitu saja, kayu-kayu tersebut disepakati untuk dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai kayu bakar bagi warga yang membutuhkan.

  BEKERJA SAMA MEMILIH DAN MENYUSUN KAYU

Dengan penuh semangat, mahasiswa dan warga bekerja sama memilah kayu-kayu tersebut. Potongan yang sudah cukup kecil langsung dikumpulkan, sedangkan yang masih panjang dipotong agar mudah dibawa dan digunakan. Semua bergerak lincah — ada yang memungut, ada yang memotong, ada yang menyusun menjadi tumpukan rapi. Suasana terlihat begitu akrab dan penuh kegembiraan.

"Sisa kayu dari pembangunan ini sayang jika dibuang. Bersama anak-anak mahasiswa, kami kumpulkan agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak warga. Sungguh hal yang bermanfaat," ujar salah satu warga yang ikut serta.

DIMANFAATKAN DENGAN BAIK

Setelah terkumpul dan tersusun rapi, kayu-kayu tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Sisa bahan bangunan yang tadinya tergeletak begitu saja kini menjadi bermanfaat, tidak terbuang sia-sia. Mahasiswa pun merasa senang dapat membantu warga sekaligus belajar memanfaatkan segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitar dengan bijak.

MAKNA KEBERSAMAAN

Kegiatan sederhana ini mengajarkan bahwa kebaikan dan kebersamaan bisa dimulai dari hal-hal kecil. Di area samping gereja itu, terjalin kerja sama yang erat tanpa memandang perbedaan. Mahasiswa bukan hanya membantu mengumpulkan kayu, melainkan juga mempererat ikatan persaudaraan dengan seluruh masyarakat Desa Madar. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga selama masa pengabdian berlangsung.